Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Telah kita pelajari bersama pada artikel sebelumnya (Kebutuhan Manusia), bahwa sumber daya pemuas kebutuhan manusia terbatas jumlahnya dan kita sebagai manusia itu sendiri selalu dihadapkan pada pertanyaan bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan ditengah keterbatasan sumber daya yang ada.

Tentu tidaklah etis jika kita menyangkal kebenaran ini, dari berbagai data yang ada kebutuhan manusia dari masa-kemasa selalu bertambah, terlepas dari sifat dasar manusia yang memang rakus dan tidak pernah puas dengan apa yang ada, jumlah manusia dan sumber daya yang terus berkurang disinyalir menjadi pemicu terjadinya kelangkaan. Tentu kita patut khawatir dengan keadaan ini, pernahkah kita berfikir bahwa mungkin dimasa yang akan datang kita tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan skunder atau bisa jadi kebutuhan primer, dan ketika saat itu tiba maka habislah riwayat kita sebagai manusia.

Baca artikel terkait: Kelangka Sanumber Daya Ekonomi


Pengertian Biaya Peluang (Opportunity Cost)


Adanya kelangkaan dan pertimbangan bahwa kita tidak bisa selalu memenuhi kebutuhan kita seluruhnya, memaksa kita untuk selalu membuat pilihan dan juga mengharuskan kita lebih bijak dan rasional dalam memilih pemuas kebutuhan.

(CATATAN: Cara menentukan pilihan dengan menggunakan: Skala Prioritas)

Dalam kegiatan sehari-hari, setiap masyarakat dapat berbeda mengenai siapa yang menentukan pilihan serta bagaimana pilihan tersebut ditentukan, bergantung pada sistem ekonomi yang dipegang oleh masyarakat. Walaupun demikian, keharusan untuk memilih berlaku pada semua masyarakat. Jika kelangkaan mengharuskan adanya keharusan memilih, maka pilihan secara tidak langsung menandakan adanya biaya. Biaya yang timbul akibat pilihan tertentu yang diukur dengan kerugian akibat tidak memilih pimilihan yang lain disebut dengan biaya peluang (opportunity cost).

Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus mengatakan bahwa biaya peluang dari suatu keputusan terjadi karena melakukan pilihan terhadap barang langka dengan mengorbankan barang lain. Biaya peluang adalah nilai dari barang atau jasa yang dilepaskan. Sejalan dengan pengertian tersebut, Lipsey mengartikan bahwa biaya peluang adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu, yang diukur dengan manfaat yang hilang karena tidak digunakan untuk tujuan lain. Dengan kata lain, diukur dengan satuan barang lain yang seharusnya dapat diperoleh.

Berdasarkan konsep biaya peluang tersebut, bahwa dalam menentukan pilihan banyak sekali seseorang yang akhirnya mengorbankan aktivitas alternatifnya. Hal tersebut menyebabkan seseorang akan kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain.

Karena adanya kelangkaan sumber daya, maka kapanpun seseorang membuat pilihan maka ia akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh yang lain. Konsep biaya peluang (opportunity Cost) dapat digambarkan melalui batas kemungkinan produksi. Batas kemungkinan produksi {Production Possibility Frontier (PPF)} adalah jumlah keseluruhan produksi yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan, lembaga atau perekonomian, dengan menggunakan sumber daya terbaik dengan syarat pengetahuan teknologi dan jumlah input tersedia. PPF menggambarkan daftar barang atau jasa yang tersedia untuk masyarakat. Dalam grafik batas kemungkinan produksi disebut kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier curve).

Hakikatnya sumber daya untuk memproduksi dua komoditas tidaklah sama. Setiap penambahan satuan komoditas pertama yang diproduksi akan menyebabkan jumlah komoditas selanjutnya harus dikorbankan. Sesuai konsep opportunity cost, biaya dari setiap satuan bahan pembuat komoditas pertama yang telah diproduksi sama dengan kesempatan atau peluang yang hilang atau jumlah komoditas selanjutnya yang harus dikorbankan.

Contoh Biaya Peluang


Katakanlah suatu perusahaan berencana akan memproduksi dua buah kendaraan yakni motor dan mobil. Karena adanya keterbatasan produksi yang disebabkan oleh fasilitas pabrik dan kurangnya tenaga kerja, maka perusahaan dituntut untuk melakukan pemilihan produksi yang tepat agar produksi dua kendaraan tersebut dapat tetap berjalan. Pemilihan produksi yang tepat ditentukan oleh kombinasi produksi yang efektif, efisien dan maksimal. Untuk mengetahui hal tersebut perusahaan akhirnya melakukan perhitungan biaya peluang sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Pada tabel diatas terlihat bahwa ketika perusahaan memproduksi satu kendaraan lebih banyak maka kemampuan perusahaan untuk memproduksi kendaraan lain akan berkurang. Hal inilah yang disebut sebagai biaya peluang (opportunity cost). 

Untuk melihat kombinasi yang paling menguntungkan bagi perusahaan melalu biaya peluang dapat kita asumsikan begini: Kita lihat pada kemungkinan A, ketika perusahaan memproduksi 33 unit motor maka kemampuan untuk memproduksi mobil sebanyak 2 unit. Pada kemungkinan B, ketika perusahaan memproduksi motor sebanyak 24 unit maka kemampuan perusahaan untuk memproduksi sebuah mobil adalah 8 unit, dan pada kemungkinan C produksi motor sebanyak 18 unit sedangkan mobil 15 unit. Sementara itu kita lihat pada kemungkinan D dan E kemampuan produksi perusahaan menjdi terbalik yakni ketika produksi motor 5 unit, produksi mobil 20 unit dan ketika produksi motor hanya 3 unit, produksi mobil sebanyak 28 unit. Jika dilihat dari kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier curve) maka hasilnya sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Dari kurva diatas kita dapat melihat bahwa kombinasi paling optimal adalah ketika produksi motor 18 unit dan produksi mobil 15 unit. Kombinasi tersebut adalah kombinasi kemungkinan C. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa kombinasi paling menguntungkan bagi perusahaan adalah kombinasi kemungkinan C. Kenapa yang dipilih kemungkinan C bukan kemungkinan A yang memiliki jumlah kombinasi lebih besar yakni 35 sedangkan kemungkinan C hanya 33? Mungkin ada sebagian dari kita bertanya seperti itu, saya akan coba menjawab pertanyaan itu.

Kita lihat pada kemungkinan A, pada kemungkinan ini produksi motor sebanyak 33 unit sedangkan produksi mobil sebanyak 2 unit dan hasil dari kedua kombinasi tersebut sebanyak 35 unit. Jika dilihat dari segi permintaan, perusahaan akan dihadapkan pada dua permintaan yakni permintaan motor dan permintaan mobil dari konsumen. Seandainya perusahaan memilih kemungkinan A maka peusahaan akan dapat memenuhi permintaan sepedah motor sebanyak 33 unit sedangkan pemenuhan permintaan mobil hanya 2 unit saja. Disini sangat terlihat ketidak seimbangan pemenuhan permintaan konsumen dan hal ini mungkin akan menjadi sebuah kekecewaan bagi pelaku permintaan mobil yang tidak puas karena permintaannya kurang terpenuhi, jika sudah begitu kredibilitas perusahaan dimata konsumen mungkin akan turun.

Lain lagi jika perusahaan memilih kemungkinan C, meskipun total kombinasi produksi hanya 33 tetapi ketidak seimbangan antara pemenuhan permintaan sepedah motor dan permintaan mobil tidak terlalu terlihat sehingga kepuasan konsumen akan lebih tinggi, jika sudah demikian keuntungan bagi perusahaan akan maksimal. 

Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya pelaku ekonomi kurang memberi perhatian pada biaya peluang yang dikorbankan, sehingga banyak potensi atau sumber daya yang tidak termanfaatkan secara maksimal.


Contoh Biaya Peluang Dalam Kehidupan Sehari-hari


Suatu hari Karina mendapatkan uang dari ibunya sebesar Rp.100.000,00 untuk keperluannya. Karena Karina memiliki hobi membaca, Karina berencana memakai uang tersebut untuk membeli 3 buah buku dan 3 buah komik. Harga sebuah buku adalah Rp. 25.000,00 sedangkan sebuah komik Rp. 15.000,00. Jika dihitung 3 buku = Rp. 75.000,00 dan 3 komik = Rp. 45.000,00 jika digabung harganya menjadi Rp. 120.000,00 sehingga uang Rp. 100.000,00 Karina tidak mungkin cukup untuk membeli 3 buku dan 3 komik. Bagaimana seharusnya Karina membelikan uang Rp 100.000,00 untuk mendapatkan keduanya dengan kepuasan dan kombinasi yang maksimal?! Opsi atau pilihan yang mingkin akan tibul adalah sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost) dalam kehidupan sehari-hari

Kombinasi A sampai E merupakan sebagian alternatif peluang yang dapat dipilih oleh Karina. Untuk memahami prinsip biaya peluang (opportunity cost) perhatikan tabel diatas, ada beberapa kombinasi yang bisa dipilih oleh Karina dari mulai kombinasi A sampai E. Setiap kombinasi mengorbankan setidaknya satu pada tiap pertambahan kombinasi lainnya, misalkan kita lihat pada kombinasi B yang terdiri dari kombinasi 1 komik dan 3 buku, setiap pembelian 1 buku akan menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan 1 komik dan sisa uang Rp. 10.000,00 begitupun jika sebaliknya. Atau lebih mudahnya jika Karina memilih kombinasi D maka kesempatan untuk memilih kombinasi A, B, C dan E akan hilang, hal inilah yang disebut sebagai biaya peluang (opportunity cost).

Lalu yang mana kombinasi yang maksimal untuk Karina? Sebenarnya ini tergantung dari kebutuhan Karina sendiri, apa dia lebih membutuhkan komik atau buku. Tetapi jika dilihat dari kurva garis kombinasi hasilnya sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost) dalam kehidupan sehari-hari

Kepuasan maksimum tercapai pada saat persinggungan antara garis kepuasan sama dengan garis kombinasi dari dua alternatif. Garis kepuasan sama ialah garis yang menggambarkan gabungan barang atau jasa yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Jika dilihat pada kurva diatas, garis kepuasan terlihat pada kombinasi C jadi bisa dikatakan bahwa kepuasan maksimum yang akan didapatkan Karina adalah pada kombinasi C.

Itulah penjelasan mengenai biaya peluang (opportunity cost), demi kenyamanan bersama jika anda melihat kesalahan dari penjelasan diatas, silahkan anda hubungi kami atau tulis melalui komentar dibawah. Terima kasih sudah membaca dan mengunjungi situs kami. :)

Jika Anda mendapatkan manfaat dari konten kami dan Anda pikir teman Anda juga akan merasakan hal yang sama, silahkan share konten kami melalui sosial media Anda. Anda mungkin tidak akan menyangka bahwa kebaikan kecil yang Anda lakukan saat ini akan berdampak besar bagi orang lain dimasa depan. Terima kasih :)
Telah kita pelajari bersama pada artikel sebelumnya (Kebutuhan Manusia), bahwa sumber daya pemuas kebutuhan manusia terbatas jumlahnya dan kita sebagai manusia itu sendiri selalu dihadapkan pada pertanyaan bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan ditengah keterbatasan sumber daya yang ada.

Tentu tidaklah etis jika kita menyangkal kebenaran ini, dari berbagai data yang ada kebutuhan manusia dari masa-kemasa selalu bertambah, terlepas dari sifat dasar manusia yang memang rakus dan tidak pernah puas dengan apa yang ada, jumlah manusia dan sumber daya yang terus berkurang disinyalir menjadi pemicu terjadinya kelangkaan. Tentu kita patut khawatir dengan keadaan ini, pernahkah kita berfikir bahwa mungkin dimasa yang akan datang kita tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan skunder atau bisa jadi kebutuhan primer, dan ketika saat itu tiba maka habislah riwayat kita sebagai manusia.

Baca artikel terkait: Kelangka Sanumber Daya Ekonomi


Pengertian Biaya Peluang (Opportunity Cost)


Adanya kelangkaan dan pertimbangan bahwa kita tidak bisa selalu memenuhi kebutuhan kita seluruhnya, memaksa kita untuk selalu membuat pilihan dan juga mengharuskan kita lebih bijak dan rasional dalam memilih pemuas kebutuhan.

(CATATAN: Cara menentukan pilihan dengan menggunakan: Skala Prioritas)

Dalam kegiatan sehari-hari, setiap masyarakat dapat berbeda mengenai siapa yang menentukan pilihan serta bagaimana pilihan tersebut ditentukan, bergantung pada sistem ekonomi yang dipegang oleh masyarakat. Walaupun demikian, keharusan untuk memilih berlaku pada semua masyarakat. Jika kelangkaan mengharuskan adanya keharusan memilih, maka pilihan secara tidak langsung menandakan adanya biaya. Biaya yang timbul akibat pilihan tertentu yang diukur dengan kerugian akibat tidak memilih pimilihan yang lain disebut dengan biaya peluang (opportunity cost).

Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus mengatakan bahwa biaya peluang dari suatu keputusan terjadi karena melakukan pilihan terhadap barang langka dengan mengorbankan barang lain. Biaya peluang adalah nilai dari barang atau jasa yang dilepaskan. Sejalan dengan pengertian tersebut, Lipsey mengartikan bahwa biaya peluang adalah biaya yang dikorbankan untuk menggunakan sumber daya bagi tujuan tertentu, yang diukur dengan manfaat yang hilang karena tidak digunakan untuk tujuan lain. Dengan kata lain, diukur dengan satuan barang lain yang seharusnya dapat diperoleh.

Berdasarkan konsep biaya peluang tersebut, bahwa dalam menentukan pilihan banyak sekali seseorang yang akhirnya mengorbankan aktivitas alternatifnya. Hal tersebut menyebabkan seseorang akan kehilangan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lain.

Karena adanya kelangkaan sumber daya, maka kapanpun seseorang membuat pilihan maka ia akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh yang lain. Konsep biaya peluang (opportunity Cost) dapat digambarkan melalui batas kemungkinan produksi. Batas kemungkinan produksi {Production Possibility Frontier (PPF)} adalah jumlah keseluruhan produksi yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan, lembaga atau perekonomian, dengan menggunakan sumber daya terbaik dengan syarat pengetahuan teknologi dan jumlah input tersedia. PPF menggambarkan daftar barang atau jasa yang tersedia untuk masyarakat. Dalam grafik batas kemungkinan produksi disebut kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier curve).

Hakikatnya sumber daya untuk memproduksi dua komoditas tidaklah sama. Setiap penambahan satuan komoditas pertama yang diproduksi akan menyebabkan jumlah komoditas selanjutnya harus dikorbankan. Sesuai konsep opportunity cost, biaya dari setiap satuan bahan pembuat komoditas pertama yang telah diproduksi sama dengan kesempatan atau peluang yang hilang atau jumlah komoditas selanjutnya yang harus dikorbankan.

Contoh Biaya Peluang


Katakanlah suatu perusahaan berencana akan memproduksi dua buah kendaraan yakni motor dan mobil. Karena adanya keterbatasan produksi yang disebabkan oleh fasilitas pabrik dan kurangnya tenaga kerja, maka perusahaan dituntut untuk melakukan pemilihan produksi yang tepat agar produksi dua kendaraan tersebut dapat tetap berjalan. Pemilihan produksi yang tepat ditentukan oleh kombinasi produksi yang efektif, efisien dan maksimal. Untuk mengetahui hal tersebut perusahaan akhirnya melakukan perhitungan biaya peluang sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Pada tabel diatas terlihat bahwa ketika perusahaan memproduksi satu kendaraan lebih banyak maka kemampuan perusahaan untuk memproduksi kendaraan lain akan berkurang. Hal inilah yang disebut sebagai biaya peluang (opportunity cost). 

Untuk melihat kombinasi yang paling menguntungkan bagi perusahaan melalu biaya peluang dapat kita asumsikan begini: Kita lihat pada kemungkinan A, ketika perusahaan memproduksi 33 unit motor maka kemampuan untuk memproduksi mobil sebanyak 2 unit. Pada kemungkinan B, ketika perusahaan memproduksi motor sebanyak 24 unit maka kemampuan perusahaan untuk memproduksi sebuah mobil adalah 8 unit, dan pada kemungkinan C produksi motor sebanyak 18 unit sedangkan mobil 15 unit. Sementara itu kita lihat pada kemungkinan D dan E kemampuan produksi perusahaan menjdi terbalik yakni ketika produksi motor 5 unit, produksi mobil 20 unit dan ketika produksi motor hanya 3 unit, produksi mobil sebanyak 28 unit. Jika dilihat dari kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontier curve) maka hasilnya sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Dari kurva diatas kita dapat melihat bahwa kombinasi paling optimal adalah ketika produksi motor 18 unit dan produksi mobil 15 unit. Kombinasi tersebut adalah kombinasi kemungkinan C. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa kombinasi paling menguntungkan bagi perusahaan adalah kombinasi kemungkinan C. Kenapa yang dipilih kemungkinan C bukan kemungkinan A yang memiliki jumlah kombinasi lebih besar yakni 35 sedangkan kemungkinan C hanya 33? Mungkin ada sebagian dari kita bertanya seperti itu, saya akan coba menjawab pertanyaan itu.

Kita lihat pada kemungkinan A, pada kemungkinan ini produksi motor sebanyak 33 unit sedangkan produksi mobil sebanyak 2 unit dan hasil dari kedua kombinasi tersebut sebanyak 35 unit. Jika dilihat dari segi permintaan, perusahaan akan dihadapkan pada dua permintaan yakni permintaan motor dan permintaan mobil dari konsumen. Seandainya perusahaan memilih kemungkinan A maka peusahaan akan dapat memenuhi permintaan sepedah motor sebanyak 33 unit sedangkan pemenuhan permintaan mobil hanya 2 unit saja. Disini sangat terlihat ketidak seimbangan pemenuhan permintaan konsumen dan hal ini mungkin akan menjadi sebuah kekecewaan bagi pelaku permintaan mobil yang tidak puas karena permintaannya kurang terpenuhi, jika sudah begitu kredibilitas perusahaan dimata konsumen mungkin akan turun.

Lain lagi jika perusahaan memilih kemungkinan C, meskipun total kombinasi produksi hanya 33 tetapi ketidak seimbangan antara pemenuhan permintaan sepedah motor dan permintaan mobil tidak terlalu terlihat sehingga kepuasan konsumen akan lebih tinggi, jika sudah demikian keuntungan bagi perusahaan akan maksimal. 

Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya pelaku ekonomi kurang memberi perhatian pada biaya peluang yang dikorbankan, sehingga banyak potensi atau sumber daya yang tidak termanfaatkan secara maksimal.


Contoh Biaya Peluang Dalam Kehidupan Sehari-hari


Suatu hari Karina mendapatkan uang dari ibunya sebesar Rp.100.000,00 untuk keperluannya. Karena Karina memiliki hobi membaca, Karina berencana memakai uang tersebut untuk membeli 3 buah buku dan 3 buah komik. Harga sebuah buku adalah Rp. 25.000,00 sedangkan sebuah komik Rp. 15.000,00. Jika dihitung 3 buku = Rp. 75.000,00 dan 3 komik = Rp. 45.000,00 jika digabung harganya menjadi Rp. 120.000,00 sehingga uang Rp. 100.000,00 Karina tidak mungkin cukup untuk membeli 3 buku dan 3 komik. Bagaimana seharusnya Karina membelikan uang Rp 100.000,00 untuk mendapatkan keduanya dengan kepuasan dan kombinasi yang maksimal?! Opsi atau pilihan yang mingkin akan tibul adalah sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost) dalam kehidupan sehari-hari

Kombinasi A sampai E merupakan sebagian alternatif peluang yang dapat dipilih oleh Karina. Untuk memahami prinsip biaya peluang (opportunity cost) perhatikan tabel diatas, ada beberapa kombinasi yang bisa dipilih oleh Karina dari mulai kombinasi A sampai E. Setiap kombinasi mengorbankan setidaknya satu pada tiap pertambahan kombinasi lainnya, misalkan kita lihat pada kombinasi B yang terdiri dari kombinasi 1 komik dan 3 buku, setiap pembelian 1 buku akan menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan 1 komik dan sisa uang Rp. 10.000,00 begitupun jika sebaliknya. Atau lebih mudahnya jika Karina memilih kombinasi D maka kesempatan untuk memilih kombinasi A, B, C dan E akan hilang, hal inilah yang disebut sebagai biaya peluang (opportunity cost).

Lalu yang mana kombinasi yang maksimal untuk Karina? Sebenarnya ini tergantung dari kebutuhan Karina sendiri, apa dia lebih membutuhkan komik atau buku. Tetapi jika dilihat dari kurva garis kombinasi hasilnya sebagai berikut:

Contoh Biaya Peluang (Opportunity Cost) dalam kehidupan sehari-hari

Kepuasan maksimum tercapai pada saat persinggungan antara garis kepuasan sama dengan garis kombinasi dari dua alternatif. Garis kepuasan sama ialah garis yang menggambarkan gabungan barang atau jasa yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya. Jika dilihat pada kurva diatas, garis kepuasan terlihat pada kombinasi C jadi bisa dikatakan bahwa kepuasan maksimum yang akan didapatkan Karina adalah pada kombinasi C.

Itulah penjelasan mengenai biaya peluang (opportunity cost), demi kenyamanan bersama jika anda melihat kesalahan dari penjelasan diatas, silahkan anda hubungi kami atau tulis melalui komentar dibawah. Terima kasih sudah membaca dan mengunjungi situs kami. :)

Jika Anda mendapatkan manfaat dari konten kami dan Anda pikir teman Anda juga akan merasakan hal yang sama, silahkan share konten kami melalui sosial media Anda. Anda mungkin tidak akan menyangka bahwa kebaikan kecil yang Anda lakukan saat ini akan berdampak besar bagi orang lain dimasa depan. Terima kasih :)
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 16.11.15

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...