Teori Inflasi: Teori Kuantitas, Teori Keynes, dan Teori Strukturalis

Teori Inflasi: Teori Kuantitas, Teori Keynes, dan Teori Strukturalis

Inflasi adalah suatu keadaan dimana adanya kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang berlangsung secara terus-menerus (kontinu) akibat tidak seimbangnya arus barang dan arus uang dalam suatu perekonomian. Dalam pengertian tersebut yang dimaksud dengan harga (price) merupakan harga dari semua kebutuhan masyarakat, sedangkan secara terus-menerus berarti kenaikan semua harga barang tersebut bukan hanya satu kali saja naik, tetapi berulang-ulang.


Kenaikan pada harga barang dan jasa biasanya terjadi jika permintaan sangat banyak tetapi berbanding terbalik dengan penawaran atau persediaan barang dan jasa di pasar yang tetap atau turun. Dengan demikian, istilah inflasi hanya dipakai ketika kenaikan tingkat harga yang berlangsung secara terus-menerus atau berkepanjangan. Kenaikan harga barang yang berlangsung sekaligus seperti kenaikan harga beberapa barang pokok pada saat akan memasuki hari raya tertentu tidak dapat dikatakan inflasi karena tidak mempunyai pengaruh lebih lanjut. Namun kenaikan  tersebut hanya disebut sebagai kenaikan tingkat harga. Lebih lanjut, berikut ini akan diuraikan mengenai teori-teori inflasi. Antara lain sebagai berikut:

Teori Inflasi: Teori Kuantitas, Teori Keynes, dan Teori Strukturalis

A.     Teori Kuantitas

Teori kuantitas mengatakan bahwa pada perinsupnya inflasi itu timbul hanya disebabkan oleh pertambahan jumlah uang yang beredar, bukan akibat dari faktor-faktor lain. Berdasarkan teori kuantitas, ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi:

1)      Jumlah Uang yang Beredar

Banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat dapat meningkatkan inflasi, semakin besar jumlah uang yang beredar maka tingkat inflasinya juga akan semakin meningkat. Oleh sebab itu pemerintah dituntut harus memperhitungkan atau memperkirakan kemungkinan timbulnya inflasi jika ingin mengadakan penambahan uang baru, karena pembuatan uang baru yang jumlahnya terlalu banyak akan mengakibatkan ketidak stabilan perekonomian.

2)      Perkiraan/Anggapan Masyarakat Bahwa Harga Akan Naik

Ketika masyarakat menganggap harga-harga akan naik maka masyarakat cenderung akan membelikan uangnya untuk barang-barang, sehingga permintaan akan meningkat. Akibatnya hal tersebut akan  mendorong kenaikan harga-harga barang secara terus-menerus. Untuk mengatasi inflasi menurut teori kuantitas ini adalah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Dengan begitu inflasi yang disebabkan oleh faktor apapun selama jumlah uang yang beredar dikurangi maka dengan sendirinya inflasi akan turun dan harga akan kembali pada tingkat yang semestinya.

B.     Teori Keynes

Dilihat dari perspektif teori ini, inflasi terjadi karena masyarakat memiliki permintaan yang melebihi jumlah uang yang tersedia. Dalam teorinya ini, Keynes menyatakan bahwa inflasi terjadi karena masyarakat menginginkan hidup yang melebihi batas kemampuan ekonomisnya. Teori ini memfokuskan bagaimana persaingan anar golongan masyarakat dalam mendapatkan penghasilan dapat menimbulkan permintaan agregat yang lebih besar daripada jumlah barang yang tersedia sehingga menimbulkan kenaikan harga.

C.     Teori Strukturalis

Teori Strukturalis sering disebut juga sebagai teori inflasi jangka panjang karena teori ini mengamati  sebab inflasi yang berasal dari struktur ekonomi, khususnya supply bahan makanan dan barang ekspor. Menurut teori ini pertambahan produksi barang terlalu lambat sehingga tidak sebanding dengan pertumbuhan kebutuhannya, akibatnya terjadi kenaikan harga bahan makanan dan juga  kelangkaan devisa negara.

Jika sudah seperti itu akan terjadi kenaikan harga barang secara merata sehingga terjadi inflasi. Inflasi seperti ini tidak bisa diatasi hanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat, tetapi harus diatasi dengan peningkatan produktivitas dan pembangunan sektor bahan makanan dan barang-barang ekspor.

Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 2.1.19

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...