Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Sifat, Sebab, dan Asalnya

Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Sifat, Sebab, dan Asalnya

Inflasi adalah suatu keadaan dimana adanya kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang berlangsung secara terus-menerus (kontinu) akibat tidak seimbangnya arus barang dan arus uang dalam suatu perekonomian. Dalam pengertian tersebut yang dimaksud dengan harga (price) merupakan harga dari semua kebutuhan masyarakat, sedangkan secara terus-menerus berarti kenaikan semua harga barang tersebut bukan hanya satu kali saja naik, tetapi berulang-ulang.


Kenaikan pada harga barang dan jasa biasanya terjadi jika permintaan sangat banyak tetapi berbanding terbalik dengan penawaran atau persediaan barang dan jasa di pasar yang tetap atau turun. Dengan demikian, istilah inflasi hanya dipakai ketika kenaikan tingkat harga yang berlangsung secara terus-menerus atau berkepanjangan. Kenaikan harga barang yang berlangsung sekaligus seperti kenaikan harga beberapa barang pokok pada saat akan memasuki hari raya tertentu tidak dapat dikatakan inflasi karena tidak mempunyai pengaruh lebih lanjut. Namun kenaikan  tersebut hanya disebut sebagai kenaikan tingkat harga.

Lebih lanjut dalam hal ini jenis-jenis inflasi dikelompokkan berdasarkan sifat, sebab terjadinya, dan berdasarkan asalnya. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut:

Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Sifat, Sebab, dan Asalnya

A.     Inflasi Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, inflasi terbagi menjadi empat jenis/kategori utama, yaitu inflasi rendah, menengah, berat, dan inflasi sangat tinggi.

1)      Inflasi Rendah (Creeping Inflation)

Inflasi rendah adalah inflasi mempunyai nilai yang besarnya kurang dari 10% per tahun. Inflasi ini sebenarnya dibutuhkan dalam ekonomi karena akan mendorong produsen untuk memproduksi barang dan jasa lebih banyak.

2)      Inflasi Menengah (Galloping Inflation)

Inflasi menengah merupakan inflasi yang besarnya antara 10–30% per tahun. Inflasi menengah biasanya ditandai oleh naiknya harga barang dengan cepat dan relatif besar. Angka inflasi pada kondisi seperti ini biasanya disebut sebagai inflasi 2 digit, misalnya 15%, 20%, dan 30%.

3)      Inflasi Berat (High Inflation)

Inflasi berat adalah inflasi yang besarnya antara 30–100% per tahun. inflasi ini pernah terjadi pada pertengahan tahun 1960 yang tingkat inflasinya mencapai 600%.

4)      Inflasi Sangat Tinggi (Hyperinflation)

Inflasi sangat tinggi merupakan inflasi yang ditandai oleh naiknya harga barang secara drastis hingga mencapai 4 digit (di atas 100%). Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tidak ingin lagi menyimpan uang, karena nilainya yang turun derastis sehingga lebih baik ditukarkan dengan barang.

B.     Inflasi Berdasarkan Sebabnya

Inflasi berdasarkan sebabnya terbagi menjadi dua, yakni sebagai berikut:

1)      Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation)

Inflasi tarikan permintaan berlangsung akibat pengaruh permintaan yang besar yang tidak diiringi dengan  peningkatan jumlah penawaran produksi barang. Akibatnya hukum permintaan akan berlaku disini, jika permintaan terhadap barang banyak sementara penawaran barang tersebut tetap, harga akan mengalami kenaikan. Jika hal tersebut berlangsung terus-menerus, hal tersebut akan mengakibatkan inflasi yang berkepanjangan. Oleh karenanya, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya peningkatan kapasitas produksi.

2)      Desakan Biaya (Cost Push Inflation)

Inflasi karena desakan biaya terjadi karena kenaikan biaya produksi yang diakibatkan oleh kenaikan biaya input produksi (faktor produksi). Akibatnya produsen akan menaikan harga produk dengan jumlah penawaran yang sama atau dengan menaikan harga produk dengan penurunan jumlah produksi.

3)      Inflasi Campuran (Bottle Neck Inflation)

Inflasi ini diakibatkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan. Jika diakibatkan faktor penawaran, persoalannya adalah kapasitas yang ada sudah terpakai tetapi permintaan masih banyak sehingga menimbulkan inflasi. Sementara inflasi yang diakibatkan oleh faktor permintaan dikarnakan adanya likuiditas yang banyak, baik itu berasal dari sisi keuangan atau akibat tingginya ekspektasi terhadap permintaan baru.

C.     Inflasi Berdasarkan Asalnya

Inflasi berdasarkan asalnya, terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1)      Domestic Inflation  (Inflasi yang berasal dari dalam negeri)

Inflasi domestik cenderung timbul karena terjadinya defisit dalam belanja dan pembiayaan negara yang dapat dilihat pada anggaran belanja negara. Untuk mengatasinya inflasi ini, biasanya pemerintah akan melakukan kebijakan dengan mencetak uang baru.

2)      Imported Inflation  (Inflasi yang berasal dari luar negeri)

Inflasi ini diakibatkan karena negara-negara yang menjadi mitra dagang negara mengalami inflasi yang tinggi. Inflasi mendorong kenaikan harga-harga di negara mitra dagang utama yang disebabkan karena melemahnya nilai tukar yang secara langsung ataupun tidak langsung akan mengakibatkan  kenaikan biaya produksi di dalam negeri. Kenaikan biaya produksi tersebut biasanya akan disertai dengan kenaikan harga barang.

Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 2.1.19

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...