ANGKATAN KERJA INDONESIA

Angkatan kerja Indonesia merupakan salah satu angkatan kerja paling besar di dunia, dari 255,4 juta penduduk, jumlah seluruh angkatan kerja Indonesia mencapai 122,38 juta jiwa. Tentu ini merupakan sebuah potensi yang besar, dengan jumlah angkatan kerja seperti itu Indonesia bisa menjadi “gudang” tenaga kerja. Bayangkan jika seluruh angkatan kerja tersebut memiliki kualitas yang baik, bisa dipastikan perekonomian Indonesia akan semakin maju.

{|CATATAN| Untuk mengetahui definisi angkatan kerja dan yang berhubungan dengannya silahkan kunjungi artikel berikut: Ketenagakerjaan}

Tingginya jumlah angkatan kerja di Indonesia tidak lepas dari tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia, mengingat Indonesia juga masuk ke dalam peringkat empat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat.

Angkatan Kerja Indonesia

Mempunyai jumlah angkatan kerja yang tinggi memang merupakan sebuah potensi yang besar, namun disisi lain jika angkatan kerja tersebut tidak dibarengi dengan kualitas yang baik justru akan menjadi masalah yang besar bagi negara. Katakanlah salah satu masalah besar tersebut adalah Masalah Pengangguran.

Masalah pengangguran timbul akibat kualitas tenaga kerja yang rendah, hal ini karena perusahaan akan sulit menerima tenaga kerja yang memiliki kualitas kerja yang rendah. Tentu itu sangat masuk akal karena perusahaan tidak mau menambah biaya untuk sesuatu yang kurang optimal bagi kinerja perusahaan.

Fakta yang mengejutkan dari angkatan kerja Indonesia adalah dari jumlah 122,38 juta jiwa, jumlah tenaga kerja berjumlah 114,82 dan 7,56 juta jiwa merupakan pengangguran. Terlebih lagi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, hampir 47,1% dari angkatan kerja Indonesia adalah lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah sehingga perusahaan sulit untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.

Dari peringkat Human Development Index yang dikeluarkan oleh UNDP saja, kualitas tenaga kerja Indonesia masih kalah dengan negara-negara asean lainnya seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand. Dengan fakta seperti itu, tenaga kerja Indonsesia akan sulit untuk bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. Terlebih lagi dalam masa sekarang yang sudah memasuki perdagangan bebas. Oleh karena itu peningkatan kualitas ketenagakerjaan mutlak harus dilakukan jika ingin berbicara banyak ditengah persaingan perdagangan bebas.

Pemerintah sebagai penanggung jawab utama kesejahteraan rakyatnya wajib berupaya agar tenaga kerja Indonesia menjadi berkualitas, entah itu dengan memperbaiki kualitas pendidikan, mendirikan lembaga pelatihan tenaga kerja, menyelenggarakan pelatihan ketenagakerjaan, dan membuat program-program lain yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.

Selain itu pihak swasta dalam hal ini perusahaan dalam negeri seharusnya juga ikut serta untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, minimal tenaga kerjanya sendiri. Entah itu dengan cara memberi beasiswa bagi tenaga kerjanya atau umum untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, memberi keleluasaan kepada karyawan untuk mengembangkan diri, ataupun dengan cara-cara lain.

Tentu tidaklah etis jika tanggung jawab meningkatkan kualitas tenaga kerja hanya dibebankan kepada pihak pemerintah dan swasta, harusnya tanggung jawab tersebut juga dibebankan kepada diri tenaga kerja sendiri mengingat ini menyangkut pada masa depan dan kesejahteraan tenaga kerja yang bersangkutan. Tenaga kerja harus mempersiapkan dirinya dengan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilanya sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja lainnya.

Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 15.9.16

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel. Terima kasih.

Recommended

4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Adalah penting bagi setiap perusahaan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen. Dimana p...