5 Asas dalam Menunjukan Keunggulan Produk

5 Asas dalam Menunjukan Keunggulan Produk

Sebagian besar produk akan bersaing dengan produk sejenis ataupun produk substitusi yang dibuat oleh perusahaan saingan, oleh karenanya tidak jarang tenaga penjual atau pramuniaga diberi tahu oleh calon pembeli bahwa produk saingan harganya lebih murah, penampilannya lebih bagus atau syarat pembayarannya lebih menarik. Seorang tenaga penjual atau pramuniaga yang memiliki pengetahuan tentang produk pesaing akan mampu untuk menonjolkan kelebihan produknya dibandingkan dengan produk saingannya tersebut.

Ada beberapa cara unuk memperoleh pengetahuan tentang produk saingan, antara lain yaitu:
a)      Meminta Bagian Produksi untuk membeli produk saingan lalu menyelidiki kekuatan dan kelemahannya.
b)      Menanyakan pengalaman pelanggan produk saingan mengenai produk yang dipakainya tersebut.
c)      Mempelajari brosur, label dan iklan produk saingan.
d)      Mempergunakan atau mengkonsumsi produk saingan.
e)      Menanyakan bagaimana pengalaman distributor yang memperdagangkan produk saingan.

Dengan mempunyai pengetahuan tentang produk yang mendalam baik produk yang ditawarkan oleh perusahaan ataupun produk saingan, maka penjual bisa lebih meyakinkan calon pelanggan mengenai keunggulan produk yang ditawarkan, dengan begitu diharapkan calon pelanggan tersebut akan lebih tertarik serta akan melakukan closing atau penutupan penjualan. Akan tetapi dalam menunjukkan keunggulan produk yang kita tawarkan tidak boleh merugikan produk pesaing, adapun cara untuk menunjukkan keunggulan produk tanpa merugikan produk pesaing dilakukan berdasarkan asas-asas sebagai berikut:

5 Asas dalam Menunjukan Keunggulan Produk

1.      Asas Kompetisi Sehat

Artinya adalah perusahaan dan penjual langsung harus menahan diri untuk tidak membuat perbandingan-perbandingan yang bisa menyesatkan serta tidak sesuai dengan asas kompetisi sehat. Misalnya dengan cara menjelek-jelekan produk pesaing dan mengunggul-unggulkan produk sendiri.

2.      Asas Etiket

Artinya adalah hal-hal yang dibandingkan tidak boleh dipilih secara tidak etis. Contohnya dengan membandingkan 2 produk yang jelas-jelas bahan bakunya jauh berbeda.

3.      Asas Faktual

Artinya adalah informasi yang disampaikan kepada calon pembeli dalam menyebutkan perbandingan dengan produk pesaing harus didukung oleh fakta yang bisa dibuktikan.

4.      Asas Apresiatif

Artinya adalah perusahaan dan penjual langsung tidak boleh mencemarkan nama baik perusahaan maupun produk manapun, baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung, melainkan harus selalu berusaha untuk saling memberikan penghargaan.

5.      Asas Non Plagiator

Artinya perusahaan dan penjual langsung tidak berusaha untuk memanfaatkan secara tidak etis nama dagang atau lambang dari suatu perusahaan atau produk lain demi meraih keuntungan.

Kelemahan Produk Dikemas Sehingga Tidak Signifikan

Meskipun penjual sudah menguasai pengetahuan tentang produk yang dijual seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kadangkala dari produk tersebut sendiri terdapat kekurangan atau kelemahan dibandingkan dengan produk saingannya. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri oleh penjual. Jka hal tersebut terjadi tentu saja sebagai penjual kita tidak boleh menutupi kekurangan dan kelamahan tersebut, tetapi jelaskanlah kepada calon pelanggan tersebut keunggulan lain dari produk yang kita jual dibandingkan dengan produk pesaing yang ada. Jika produk kita mempunyai kualitas yang kurang baik, mungkin kita dapat menarik pelanggan dengan cara memberikan harga yang lebih bersaing daripada produk pesaing atau bisa juga dengan memberikan pelayanan purna jual.
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 4.4.17

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel. Terima kasih.

Recommended

Apa Itu Kombinasi Harga (Price Mix)?

Kombinasi Harga (Price Mix) Setiap perusahaan harus bisa menetapkan price mix (kombinasi harga) dalam rangka untuk memajukan promosi pen...