Pengertian dan 6 Fungsi Distribusi Fisik

Pengertian dan 6 Fungsi Distribusi Fisik


A. PENGERTIAN DISTRIBUSI FISIK

Distribusi barang dapat dibedakan antara saluran untuk memindahkan barang secara fisik dan saluran untuk memindahkan hak kepemilikan barang. Jika yang pertama ialah yang berhubungan dengan saluran distribusi (channel of distribution), maka yang kedua merupakan kegiatan-kegiatan yang disebut distribusi fisik (physical distribution).

Distribusi fisik adalah segala kegiatan untuk memindahkan barang dalam kuantitas tertentu, ke suatu tempat atau wilayah tertentu, dan dalam jangka waktu tertentu pula. Perpindahan fisik ini bisa berupa perpindahan barang jadi dari jalur produksi ke konsumen akhir dan bisa juga perpindahan bahan mentah dari sumber ke jalur produksi.

B. 6 FUNGSI DISTRIBUSI FISIK

Fungsi-fungsi dalam distribusi fisik ini antara lain meliputi:

1.      Transportation, yakni memilih cara yang tepat untuk memindahkan barang ke tempat yang jaraknya jauh. Ini merupakan fungsi utama distribusi fisik. Alternatif-alternatif moda angkutan dapat meliputi rel (kereta api), truk, air (kapal), udara (pesawat), ataupun memakai jaringan pipa khusus. Keunggulan dan keterbatasan dari masing-masing moda transportasi tersebut tersaji dalam tabel berikut ini:

Pengertian dan 6 Fungsi Distribusi Fisisk

2.      Inventory central, ialah pemilihan alternatif apakah penyimpanan harus dilakukan tersebar atau terpusat.
3.      Storage dan warehousing, yakni menyimpan barang untuk sementara, menunggu untuk dijual atau dikirim lebih lanjut.
4.      Material handling, ialah pemilihan alat yang tepat untuk memindahkan barang ke tempat yang dekat, seperti ke kendaraan, ke retail store, ke gudang, dan sebagainya.
5.      Protective packaging, ialah penentuan wadah barang supaya terhindar dari berbagai kerugian yang timbul selama proses pengiriman.
6.      Border processing, ialah kegiatan-kegiatan seperti mempersiapkan dokumen, penentuan syarat-syarat pengiriman, dan lain sebagainya.

Perusahaan-perusahaan yang membantu dalam proses distribusi fisik disebut juga sebagai  facilitator atau facilitating agencies. Facilitator dapat mencakup perusahaan transportasi, perusahaan yang menyewakan gudang (public and private warehouse), perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan juga bahwa facilitator bukanlah anggota didalam suatu saluran distribusi.

Pengertian dan 6 Fungsi Distribusi Fisik


A. PENGERTIAN DISTRIBUSI FISIK

Distribusi barang dapat dibedakan antara saluran untuk memindahkan barang secara fisik dan saluran untuk memindahkan hak kepemilikan barang. Jika yang pertama ialah yang berhubungan dengan saluran distribusi (channel of distribution), maka yang kedua merupakan kegiatan-kegiatan yang disebut distribusi fisik (physical distribution).

Distribusi fisik adalah segala kegiatan untuk memindahkan barang dalam kuantitas tertentu, ke suatu tempat atau wilayah tertentu, dan dalam jangka waktu tertentu pula. Perpindahan fisik ini bisa berupa perpindahan barang jadi dari jalur produksi ke konsumen akhir dan bisa juga perpindahan bahan mentah dari sumber ke jalur produksi.

B. 6 FUNGSI DISTRIBUSI FISIK

Fungsi-fungsi dalam distribusi fisik ini antara lain meliputi:

1.      Transportation, yakni memilih cara yang tepat untuk memindahkan barang ke tempat yang jaraknya jauh. Ini merupakan fungsi utama distribusi fisik. Alternatif-alternatif moda angkutan dapat meliputi rel (kereta api), truk, air (kapal), udara (pesawat), ataupun memakai jaringan pipa khusus. Keunggulan dan keterbatasan dari masing-masing moda transportasi tersebut tersaji dalam tabel berikut ini:

Pengertian dan 6 Fungsi Distribusi Fisisk

2.      Inventory central, ialah pemilihan alternatif apakah penyimpanan harus dilakukan tersebar atau terpusat.
3.      Storage dan warehousing, yakni menyimpan barang untuk sementara, menunggu untuk dijual atau dikirim lebih lanjut.
4.      Material handling, ialah pemilihan alat yang tepat untuk memindahkan barang ke tempat yang dekat, seperti ke kendaraan, ke retail store, ke gudang, dan sebagainya.
5.      Protective packaging, ialah penentuan wadah barang supaya terhindar dari berbagai kerugian yang timbul selama proses pengiriman.
6.      Border processing, ialah kegiatan-kegiatan seperti mempersiapkan dokumen, penentuan syarat-syarat pengiriman, dan lain sebagainya.

Perusahaan-perusahaan yang membantu dalam proses distribusi fisik disebut juga sebagai  facilitator atau facilitating agencies. Facilitator dapat mencakup perusahaan transportasi, perusahaan yang menyewakan gudang (public and private warehouse), perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan juga bahwa facilitator bukanlah anggota didalam suatu saluran distribusi.
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 4.1.17

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...