11 CARA MENGATASI INFLASI

 11 CARA MENGATASI INFLASI

Inflasi merupakan masalah yang sangat serius bagi keberlangsungan kesetabilan perekonomian suatu negara. Jika inflasi tidak diatasi maka akan menimbulkan berbagai macam masalah ekonomi, seperti penurunan nilai mata uang, kenaikan harga barang, peningkatan pengangguran, penurunan kesejahteraan masyarakat, dan sebagainya.

Mengingat pentingnya mengatasi masalah inflasi, maka perlu penanganan yang serius dalam pengerjaannya. Untuk mengatasi masalah inflasi tersebut hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya inflasi tersebut agar jalan untuk mengatasinya dapat diketahui. Beberapa ahli ekonomi sepakat bahwa inflasi tidak haya berhubungan dengan jumlah uang yang beredar, akan tetapi juga berhubungan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia di masyarakat. Oleh sebab itu untuk mengatasi masalah inflasi yang paling penting adalah menemukan bagaimana cara untuk menekan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar serta berusaha untuk menguranginya. Oleh karena itu kebijakan sangat diperlukan disini, kebijakan-kebijakan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah inflasi tersebut adalah sebagai berikut:

{|CATATAN| Rekomendasi artikel terkait inflasi: 1. Inflasi dan Indeks Harga | 2. Penyebeb Inflasi dan Dampak Inflasi}

A.     Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter ialah segala bentuk kebijakan yang diambil pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang tujuannya untuk menjaga kestabilan moneter (keuangan) agar dapat mengingkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan moneter meliputi:

1)      Politik Diskonto

Politik diskonto dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara menaikan suku bunga bank, sehingga akan mengurangi permintaan kredit.

2)      Operasi Pasar Terbuka

Operasi pasar terbuka dilaksanakan dengan cara menjual berbagai macam surat barharga, seperti obligasi ke pasar modal sehingga akan mengurangi jumlah uang yang beredar.

3)      Menaikan Cadangan Kas

Bank sentral dapat mengubah besarnya rasio kas untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Apabila pemerintah menurunkan jumlah minimum kas rasio, maka dengan uang yang sama bank dapat membuat uang yang lebih banyak dari jumlah awal, serta sebaliknya apabila pemerintah akan mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan menaikan jumlah minimun kas rasio bank agar uang dapat tertahan dikas lebih banyak.

4)      Kredit Selektif

Kebijakan keredit dilaksanakan dengan cara pemberian kredit secara selektif. Hal ini dilakukan oleh bank sentral dengan mempengarui bank umum dalam hal aturan pemberian kredit kepada nasabah agar jumlah uang yang beredar dapat berkurang.

5)      Politik Sanering

Politik sanering ini dilaksanakan apabila inflasi sudah mencapai pada tingkat hiperinflasi, politik sanering ini pernah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada tanggal 13 Desember 1965 dengan cara melakukan pemotongan uang dari yang tadinya Rp.1.000 menjadi Rp.1

B.     Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dilaksanakan oleh pemerintah senada dengan kebijakan moneter, kebijakan fiskal ini dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

1)      Menaikkan Tarif Pajak

Apabila tarif pajak mengalami kenaikan maka masyarakat akan membayar uang lebih banyak kepada pemerintah, dengan demikian akan mengurangi jumlah uang yang beredar.

2)      Mengatur pengeluaran dan penerimaan pemerintah.


3)      Melakukan Pinjaman Pemerintah

Hal ini dilakukan secara otomatis seperti misalnya pemerintah melakukan pemotongan gaji pegawai negeri sebesar 10% untuk anantinya ditabung (di pinjam oleh pemerintah).

C.     Kebijakan Non Moneter

Kebijakan non moneter atau kebijakan riil dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1)      Menaikan Hasil Produksi

Seperti dengan cara pemerintah memberikan subsidi kepada suatu industri agar dapat memproduksi lebih produktif serta dapat menghasilkan output yang lebih banyak, sehingga dapat menurunkan harga barang.

2)      Kebijakan Upah

Ketika inflasi terjadi pemerintah akan menghimbau kepada pekerja atau serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan gaji.

3)      Pengawasan Harga

Agar harga stabil dan tidak terus-menerus naik, pemerintah dapat melaksanakan pengawasan harga misalnya dengan cara menetapkan harga maksimal untuk barang-barang tertentu.
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 6.11.16

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel. Terima kasih.

Recommended

4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Adalah penting bagi setiap perusahaan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen. Dimana p...