KEGIATAN EKONOMI (DISTRIBUSI)

2.      DISTRIBUSI

Setelah sebelumnya kita bahas bersama mengenai Kegiatan Ekonomi (Produksi), sekarang mari kita bahas kegiatan ekonomi yang kedua yaitu kegiatan distribusi.

Dalam kehidupan ekonomi, kegiatan distribusi tidak hanya sekedar membagi-bagikan atau menyalurkan barang, tetapi mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dari itu. Kegiatan itu antara lain meliputi perdagangan, pengangkutan, penyimpanan dan seterusnya sampai barang tersebut diterima oleh konsumen dalam keadaan baik. Dengan demikian, ruang lingkup aktivitas distribusi mencakup keseluruhan penanganan barang sejak lepas dari produsen sampai barang tersebut diterima oleh konsumen.

Walaupun pengertian distribusi bisa dikatakan sangat luas, namun secara singkat yang dimaksud dengan distribusi adalah semua kegiatan yang ditunjukan untuk menyampaikan barang dari produsen kepada konsumen. Produsen sebagai pembuat barang memerlukan peranan distributor dalam hal ini sebagai agen distribusi, agar barang yang telah diproduksinya dapat dengan mudah sampai kepada konsumen. Disinilah hubungan antara produksi, distribusi dan konsumsi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Secara skematis bisa ditunjukan sebagai berikut.

Hubungan antara Produksi, Distribusi dan Konsumsi - Ilmu Ekonomi ID

Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menghubungkan antara kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen dengan mudah, sehingga kegunaan barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa distribusi adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Selain itu distribusi memiliki tiga jenis saluran, yaitu sebagai berikut:

a)      Saluran distribusi langsung

Distribusi Langsung - Ilmu Ekonomi ID

Contoh: Petani menjual hasil pertaniannya di pasar.

b)      Saluran distribusi semi langsung

Distribusi Semi Langsung - Ilmu Ekonomi ID

Contoh: Penulis buku menjual bukunya melalui toko buku lalu dijual ke konsumen.

c)       Saluran distribusi tidak langsung

Distribusi Tidak Langsung - Ilmu Ekonomi ID

Contoh: Pabrik minuman kemasan menjual minumannya kepada konsumen melalui perwakilan distributornya yang selanjutnya dikirim melalui toko grosir, ditoko grosir dijual kembali kepada pedagang dan dijual secara eceran kepada konsumen.


A.     FUNGSI DISTRIBUSI


Kegiatan Ekonomi (Distribusi) - Ilmu Ekonomi ID

Dalam kehidupan sehari-hari, kata fungsi dapat diartikan sebagai jabatan, tugas atau hubungan antara sebab akibat. Fungsi distribusi yang kita bahas sekarang menunjukan tugas-tugas yang berhubungan dengan kegiatan distribusi.

Yang dimaksud dengan fungsi distribusi adalah tugas-tugas sehubungan dengan kedudukan distribusi sebagai penghubung antara produsen dengan konsumen. Dengan kata lain tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Fungsi distribusi mencakup dua fungsi, yaitu fungsi pokok dan fungsi tambahan.

1)      Fungsi Pokok

Fungsi pokok adalah tugas-tugas yang sifatnya wajib dilaksanakan, dalam hal ini fungsi pokok distribusi adalah sebagai berikut:

a)      Transfortation (Pengangkutan)
Seringkali tempat produksi berada cukup jauh dengan tempat tinggal konsumen, hal ini sering kali menghambat kegiatan ekonomi. Oleh karenanya untuk mengatasi masalah tersebut dilakukanlah pengankutan barang hasil produksi menuju tempat keberadaan konsumen, dengan begitu perbedaan tempat dapat diatasi sehingga barang yang sudah diproduksi akan lebih berguna  ditempat konsumen (place utility).

b)      Storage (Penyimpanan)
Karena adanya perbedaan tempat produksi dan tempat konsumen berada, hal ini dengan sendirinya memunculkan perbedaan waktu produksi dengan waktu konsumsi konsumen. Oleh karena itu produsen memilih menyimpan terlebih dahulu barang yang sudah diproduksi sebelum akhirnya dipasarkan secara teratur. Melalui penyimpanan, kesenjangan waktu antara kegiatan produksi dan kegiatan konsumsi dapat diatasi (time utility).

c)      Buying (Pembelian)
Selama suatu barang masih dikuasai oleh produsen, maka selama itu pula konsumen belum dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengalihan hak kepemilikan atas suatu barang tersebut dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui perdagangan. Dalam kegiatan distribusi, pengalihan hak kepemilikan seperti itu dilakukan menggunakan barang yang bersangkutan. Dengan demikian, kegiatan pembelian berarti menambah kegunaan barang yang timbul dari pengalihan hak atas kepemilikan (posession utility).

d)      Selling (Penjualan)
Di dalam kegiatan ekonomi, selalu ada kegiatan jual-menjual barang yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan (posession utility). Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

e)      Risk Bearing (Penanggungan Risiko)
Penanggungan risiko adalah kegiatan berspekulasi menghadapi risiko dari kegiatan penyaluran barang yang berkaitan dengan perbedaan tempat dan waktu dalam proses produksi dan konsumsi barang oleh konsumen. Sebelum adanya pengalihan hak atas kepemilikan barang, mungkin saja terjadi kehilangan atau kerusakan barang selama penyaluran, oleh karana itu dalam kegiatan distribusi perlu adanya usaha untuk mencegah risiko tersebut. Fungsi penanggungan risiko tersebut dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi.

2)      Fungsi Tambahan

Distribusi selain memiliki fungsi pokok, distribusi juga mempunyai fungsi tambahan yang hanya berlaku pada distribusi barang-barang tertentu saja. Fungsi tambahan tersebut antara lain sebagai berikut.

a)      Pengelompokan dan Penyelesaian (Standardization and Grading)
Kegiatan ini menetapkan dan mengklasifikasi barang serta menentukan harga berang sehingga memudahkan konsumen dalam menentukan pilihan. Fungsi ini dapat diterapkan pada distribusi hasil pertanian atau hasil produksi yang dikumpulkan dari bebrapa produsen. Misalnya produksi buah-buahan yang diseleksi berdasarkan ukuran atau berdasarkan varietasnya.

b)      Pengemasan (Packing)
Kegiatan ini dimaksudkan untuk melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan sehingga  memudahkan dalam proses pengangkutan dan penyimpanan barang, baik dalam perjalanan maupun selama disimpan digudang. Untuk pengiriman barang ke tempat yang jauh dalam jumlah besar, biasanya diperlukan pengepakan yang lebih kuat sehingga barang tersebut tidak mudah rusak. Misalnya pengiriman buah-buahan yang dikemas dengan busa atau jerami sehingga mengurangi benturan saat pengiriman.

c)      Penginformasian (Communication)
Kegiatan ini bertujuan memberi informasi tentang barang yang akan dipasarkan. Agar dapat memberikan kepuasan maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi yang cukup tentang produknya. Informasi tersebut dapat disampaikan melelui kemasan, alat telekomunikasi, brosur, atau melalui media lain.


B.     SALURAN DISTRIBUSI


Saluran distribusi atau perantara distribusi adalah orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.

1)      Pedagang

Pedagang adalah seseorang atau lembaga yang melakukan kegiatan membeli dan menjual barang tanpa mengubah bentuk dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pedagang dibedakan menjadi.

a)      Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler), yaitu pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali kepada pedagang lain yang lebih kecil. Pedagang besar biasanya selalu membeli dan menjual barang dalam jumlah besar.

b)   Pedagang Eceran (Retailer), yaitu pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Pedagang eceran biasanya membeli barang dalam jumlah besar, tetapi biasanya menjual dalam jumlah kecil atau persatuan.

2)      Perantara Khusus

Tidak beda jauh dengan pedagang, perantara khusus juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen, perbedaannya terletak pada tanggung jawab. Perantara khusus tidak bertanggung jawab penuh atas barang yang tidak laku dijual. Perantara khusus meliputi:

a)      Agen (Dealer), yaitu perantara pemasaran atas nama perusahaan. Kegiatannya membantu  perusahaan untuk menjualkan barang hasil produksi disuatu daerah tertentu. Keuntungan yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.
b)   Broker (Makelar), yaitu perantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli sehingga dapat melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Keuntungan yang diterimanya berupa kurtasi atau provisi.
c)      Komisioner, merupakan perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Keuntungan yang diterima berupa komisi.
d)      Eksportir, merupakan pedagang yang melakukan aktivitas dengan menyalurkan barang dari dalam negeri ke luar negeri.
e)      Importir, merupakan pedagang yang melakukan aktivitas dengan menyalurkan barang dari luar ke dalam negeri.


C.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN DISTRIBUSI


Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kegiatan distribusi, diantaranya sebagai berikut:

1)      Faktor Pasar
Dalam faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu letak geografis atau tempat konsumen berada, jumlah konsumen, banyaknya pesanan dan kebiasaan konsumen dalam melakukan pembelian barang.

2)      Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang berhubungan dengan nilai unit, besar atau berat barang, ketahanan barang, standar barang dan pengemasan barang tersebut.

3)      Faktor Perusahaan
Pertimbangan dari segi perusahaan di sini menyangkut sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang ditawarkan.

4)      Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian yaitu kegunaan serta sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, ongkos penyaluran barang dan volume penjualan.

Untuk selanjutnya kita memasuki pembahasan yang terakhir dari kegiatan ekonomi yaitu KEGIATAN KONSUMSI.
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 7.12.15

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...