MANAJEMEN STRATEGI

Jika Anda bekerja disuatu perusahaan manufaktur maupun jasa, atau mungkin Anda adalah seorang mahasiswa fakultas ekonomi maupun fakultas terkait tentu Anda tidak asing lagi mendengar kata manajemen strategi, manajemen strategi sering dibahas sebagai bagian dari pembelajaran di intansi pendidikan terlebih lagi di perusahaan mengingat pentingnya menajemen strategi bagi kelangsungan hidup perusahaan. Lantas apa itu manajemen strategi? Berikut kami uraikan.


PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGI


Manajemen strategi adalah bentuk aktivitas tertinggi dari manajemen yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi. Manajemen strategi memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan meliputi bidang perilaku organisasi.

Manajemen strategi berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, perencanaan dan  pengembangan kebijakan untuk mencapai sasaran organisasi, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan perencanaan capaian tujuan organisasi. Manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis agar mencapai tujuan organisasi. 

{|CATATAN| Untuk lebih jelas mengenai bagaimana proses dalam manajemen strategi, kami sarankan Anda membaca artikel berikut: Proses Manajemen Strategi}

Manajemen strategi berbicara tentang gambaran besar, sementara inti manajemen strategi adalah penentuan tujuan organisasi, sumber daya, serta bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategi harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi yang merupakan proses yang berkesinambungan dan terus-menerus.

Menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen “Strategic Management is that a set of managerial decisions and actions that determines the long-run performance of a corporation”, dan jika diterjemahkan kurang lebih artinya Manajemen strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Sementara menurut Bambang Hariadi manajemen strategi adalah suatu proses yang dibuat secara sistematis oleh pihak manajemen perusahaan dalam rangka perumusan, implementasi serta evaluasi strategi agar memberikan nilai terbaik untuk para pelanggan serta mewujudkan visi perusahaan.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi berhubungan erat dengan proses perumusan strategi yang dimulai dari analisis sampai implementasi serta bagaimana cara yang paling efektif dan efisien yang harus ditempuh agar semua rencana yang telah dirumuskan dapat berjalan dengan baik (evaluasi) sehingga tujuan bisa tercapai.

Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar yang mencakup seluruh komponen dalam lingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra), dijabarkan menjadi perencanaan operasional, kemudian diuraikan dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.


ALASAN PENTINGNYA MANAJEMEN STRATEGI


Dalam perusahaan, manajemen strategi merupakan hal yang sangat penting peranannya. Manajemen strategi sebagai suatu proses yang diciptakan secara sistematis oleh pihak manajemen perusahaan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi serta memberikan nilai yang terbaik untuk para pelanggan dan diharapkan mampu mewujudkan visi perusahaan.

Besarnya peranan manajemen strategi semakin diakui pada masa sekarang dibandingkan dengan masa sebelumnya. Dalam perekonomian global pergerakan barang dan jasa beredar secara bebas diberbagai negara, sehingga perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak perusahaan yang berhasil meningkatkan tingkat kompetisinya sehingga dapat menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan laba yang lebih besar diatas rata-rata. Lantas seberapa pentingkah manajemen strategi? Setidaknya ada beberapa alasan pentingnya manajemen strategi, diantaranya adalah:


1.      Prediksi Perkembangan Dunia Usaha


Sebelum awal tahun 70 an, para manager yang membuat perencanaan jangka panjang meyakini bahwa masa depan dunia bisnis akan lebih baik. Mereka beranggapan bahwa rencana-rencana masa depan merupakan perpanjangan dari apa yang telah dilakukan oleh organisasi-organisasi bisnis di masa lampau.

Pada perkembangan lebih lanjut, ternyata terjadi perubahan-perubahan yang mengejutkan didunia bisnis dengan terjadinya krisis energi, deregulasi industri, percepatan perubahan teknologi dan meningkatnya persaingan global yang ditandai oleh munculnya kelompok-kelompok kerjasama ekonomi global seperti AFTA, APEC, MEE dan sebagainya.


2.      Paradigma Baru dalam Kehidupan Organisasi


Perkembangan dunia bisnis, memunculkan berbagai paradigma baru menyangkut berbagai sisi kehidupan organisasi berupa:
a.   Gaya managerial yang dituntut untuk semakin mengedepankan penghargaan terhadap karyawan sebagai manusia.
b. Proses pengambilan keputusan yang semakain condong kepada penerapan pendekatan desentralisasi.
c.  Proses produksi yang tidak hanya harus semakin efesien tetapi juga harus memperhatikan orientasi hijau dengan ciri peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dengan mencegah atau mengurangi timbulnya pencemaran akibat limbah industri.
d.      Persaingan dibidang bisnis yang semakain tajam.
e.       Peran serta manajemen organisasi yang semakain penting yang berpegang teguh kepada landasan moral dan etika.
f.   Peningkatan kesadaran tentang arti penting fokus perhatian terhadap penggunaan produk.
g.       Adanya keharusan bagi perusahaan untuk menciptakan kepuasan bagi berbagai pihak tekait.

Munculnya berbagai paradigma tersebut mendorong terciptanya kesadaran tentang arti penting peran serta manajemen strategi.


3.      Pentingnya Manajemen Strategi


Banyak alasan yang muncul tentang mengapa manajemen strategi itu penting, diantaranya alasan tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Manajemen strategi bersangkut paut dengan banyak keputusan yang dibuat oleh para manager. Sebuah survei di Amerika menunjukan bahwa 60% pebisnis Amerika menggunakan strategi bisnis di dalam mengelola perusahaannya dan 89% dari mereka menyatakan bahwa rencana bisnis mereka berjalan dengan efektif.
b.  Melalui perencanaan-perencanaan strategis, manajemen strategis mengetengahkan sasaran-sasaran yang terinci dan menciptakan visi yang sama dalam diri para pelaksana.
c. Studi-studi tentang efektifitas perencanaan dalam manajemen strategis membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan yang menerapkannya memperoleh keuntungan finansial yang lebih tinggi.
d.   Pada saat sekarang, manajemen strategi tidak hanya ditetapkan dalam dunia bisnis saja, tetapi juga pada organisasi-organisasi non bisnis seperti pada lembaga-lembaga pemerintah, rumah sakit, dan sebaginya.

Pada organisasi bisnis, penggunaan manajemen strategi terutama ditunjukan untuk peningkatan daya saing melalui:
a.       Perencanaan bisnis yang terarah.
b.      Sasaran-sasaran bisnis ditentukan melalui pertimbangan yang matang.
c.  Penetapan teknik bisnis yang benar-benar berorientasi kepada target yang menjadi sasaran.
d.      Penyiapan berbagai faktor pendukung untuk mensupport taktik bisnis yang telah ditetapkan.


4.      Pola Pikir Strategis


Pola pikir strategis mendorong para pimpinan perusahaan untuk tidak melihat organisasi bisnisnya sebagai organisasi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan sekitarnya.

{Artikel Terkait: Manajemen Strategi (Analisis dan Diagnosis Lingkungan Perusahaan}

Bagaimana pola pikir strategis terkait erat dengan lingkungan bisnis, tampak pada skema berikut:

Manajemen Strategi


5.      Kemampuan-Kemampuan Dasar pada Pola Pikir Strategis


Untuk membangun daya saing yang hal tersebut terkait erat dengan penerapan pola pikir strategis, organisasi bisnis harus mampu mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar sebagai prasyarat yang harus dimiliki, yang dapat dikembangkan secara bertahap melalui proses pembelajaran. Kemampuan-kemampuan dasar tersebut meliputi:
a.       Kemampuan dibidang strategi.
b.      Kemampuan dibidang organisasi.
c.       Kemampuan dibidang negoisasi.
d.      Kemampuan mendinamisir kondisi bisnis.
e.       Kemampuan sintetis.
f.       Kemampuan dibidang komunikasi.
g.       Kemampuan untuk mempresentasikan ide.
h.      Kemampuan untuk bersikap teguh.

Jika Anda mendapatkan manfaat dari konten kami dan Anda pikir teman Anda juga akan merasakan hal yang sama, silahkan share konten kami melalui sosial media Anda. Anda mungkin tidak akan menyangka bahwa kebaikan kecil yang Anda lakukan saat ini akan berdampak besar bagi orang lain dimasa depan. Terima kasih. :)
Ilmu Ekonomi ID
Ilmu Ekonomi ID Updated at: 26.11.15

0 komentar

Post a Comment

Berkomentarlah sesuai topik pembahasan artikel, dan jangan ragu untuk menegur kami apabila ada kesalahan dalam artikel. Terima kasih.

Recommended

TIPE-TIPE PEMBELI

TIPE-TIPE PEMBELI Taukah anda bahwa pembeli ternyata memiliki beberapa tipe. Hal ini dilihat dari bagaimana karakteristik seorang pembeli...